Jumat, 04 Maret 2016

PERENCANAAN TATA LETAK



PERENCANAAN TATA LETAK
1.      Pengertian Tata Letak
Tata letak mencakup desain dari bagian-bagian, pusat kerja dan peralatan yang membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi bahan jadi. Perencanaan tata letak merupakan satu tahap dalam perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efisiesn dan efektif sehingga dapat tercapainya suatu proses produksi dengan biaya yang paling ekonomis.
2.      Tujuan Perencanaan Tata Letak
Tujuan perencanaan lay out/ tata letak yang baik yaitu :
a.       Memaksimumkan pemanfaatan peralatan pabrik
b.      Meminimumkan kebutuhan tenaga kerja
c.       Mengusahakan agar aliran bahan dan produk lancar
d.      Meminimumkan hambatan pada kesehatan
e.       Meminimumkan usaha membawa bahan
Efektifitas dari pengaturan tata letak suatu kegiatan produksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut :
    Penanganan material – perencanaan tata letak harus memperhatikan gerakan dari material atau manusia yang bekerja. Gerakan material akan berdampak pada biaya penanganan material, biasanya mempunyai pengaruh yang cukup signifikan bagi biaya produksi.
            Utilisasi ruang – utilisasi ruang dan energi merupakan salah satu faktor yang diperhatikan  dalam perencanaa tata letak. Perkembangan teknologi memungkinkan  penataan mesin-mesin tidak dalam arah horizontal, berada dalam satu lantai, melainkan dapat  ke arah vertikal.
            Mempermudah pemeliharaan – perawatan mesin selain berpengaruh terhadap mutu produk juga berpengaruh terhadap usia mesin. Tata letak mesin harus menyediakan ruang gerak yang cukup bagi pemeliharaan mesin.
            Kelonggaran gerak – perencanaan tata letak tidak saja untuk memperoleh efisiensi ruang tetapi juga harus memperhatikan kelonggaran gerak bagi operatotor/karyawan. Selain meningkatkan kepuasan karyawan atas kondisi kerja, kelonggaran gerak dapat mengurangi kecelakaan kerja.
            Orientasi produk – jenis produk yang dibuat sangat berpengaruh dalam perencanaa tata letak. Mislanya, produk ukuran besar dan berat, atau memelukan perhatian khusus dalam penangannya, umumnya menghendaki suatu tata letak yang tidak membuat produk dipindah-pindah. Sebaliknya, produk yang berukuran kecil dan ringan yang dengan mudah dapat diangkut akan menjadi lebih ekonomis apabila diproduksi dengan suatu tata letak yang berdasarkan proses.
            Perubahan produk atau disain produk – perencanaan tata letak juga memperhatikan perubahan jenis produk atau disain produk. Bagi perusahaan yang jenis produk atau disainnya sering berubah, tata letak mesin harus sefleksibel mungkin dalam mengadaptasi perubahan.
3.      Jenis Tata Letak
Dalam industri manufaktur, secara umum tata letak dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu :
a.      Tata Letak Proses (process layout) /tata letak fungsional – penyusunan tata letak dimana alat yang sejenis atau mempunyai fungsi yang sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Misalnya mesin-mesin bubut dikumpulkan pada daerah yang sama, sedemikian pula mesin-mesin potong diletakkan pada bagian yang sama. Mesin-mesin ini tidak dikhususkan untuk produk tertentu melainkan dapat digunakan untuk berbagai jenis produk
Model ini cocok untuk discrete production dan bila proses produksi tidak baku, yaitu jika perusahaan membuat jenis produk yang berbeda. Jenis tata letak proses dijumpai pada bengkel-bengkel, rumah sakit, universitas atau perkantoran.

Kelebihan dan kelemahan Tata Letak Proses terlihat dalam tabel berikut :
Kelebihan:
1)      Memungkinan utilitas mesin yang tinggi
2)      Memungkinkan penggunaan mesin-mesin yang multi-guna sehingga dapat dengan cepat mengikuti perubahan jenis produksi
3)      Memperkecil terhentinya produksi yang diakibatkan oleh kerusakan mesin
4)      Sangat fleksibel dalam mengalokasikan personel dan peralatan

5)      Investasi yang rendah karena dapat mengurangi duplikasi peralatan
6)      Memungkinkan spesialisasi supervisi
Kelemahan:
1)      Meningkatkan kebutuhan material handling karena aliran proses yang beragam serta tidak dapat digunakan ban berjalan
2)      Pengawasan produksi yang lebih sulit
3)      Meningkatnya persediaan barang dalam proses
4)      Total waktu produksi per unit yang lebih lama
5)      Memerlukan skill yang lebih tinggi
6)      Pekerjaan routing, pejadwalan dan akunting biaya yang lebih sulit, karena setiap ada order baru harus dilakukan perencanaan/perhitungan kembali

b.      Tata Letak Produk (product layout) – apabila proses produksinya telah distandarisasikan dan berproduksi dalam jumlah yang besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama sejak dari awal sampai akhir.

Kelebihan dan kelemahan Tata Letak Proses terlihat dalam tabel berikut :
Kelebihan:
1.      Aliran material yang simple dan langsung
2.      Persediaan brg dlm proses yang rendah
3.      Total waktu produksi per unit yang rendah
4.      Tidak memerlukan skill tenaga kerja yang tinggi
5.      Pengawasan produksi yang lebih mudah
6.      Dapat menggunakan mesin khusus atau otomatis
7.      Dapat menggunakan ban berjalan karena aliran material sudah tertentu
Kelemahan:
1.      Kerusakan pada sebuah mesin dapat menghentikan produksi
2.      Perubahan desain produk dapat mengakibatkan tidak efektifnya tata letak  yang bersangkutan
3.      Biasanya memerlukan investasi mesin/peralatan yang besar
4.      Karena sifat pekerjaaanya yang monoton dapat mengakibatkan kebosanan
c. Tata Letak Posisi Tetap (fixed positon lay out) – dipilih karena ukuran, bentuk ataupun karakteristik lain menyebabkan produknya tidak mungkin atau sukar untuk dipindahkan. Tata letak seperti ini terdapat pada pembuatan kapal lautm pesawat terbang, lokomotif atau proyek-proyek konstruksi.



Kelebihan dan kelemahan Tata Letak Tetap terlihat dalam tabel berikut :
Kelebihan:
1.      Berkurangnya gerakan material
2.      Adanya kesempatan untuk melakukan pengkayaan tugas
3.      Sangat fleksibel, dapat mengakomodasi perubahan dalam desain produk, bauran produk maupun volume produksi
4.      Dapat memberikan kebanggaan pada pekerja karena dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan
                        Kelemahan:
1.      Gerakan personal dan peralatan yang tinggi
2.      Dapat terjadi duplikasi mesin dan peralatan
3.      Memerlukan tenaga kerja yang berketrampilan tinggi
4.      Biasanya memerlukan ruang yang besar serta persediaan barang dalam proses yang tinggi
5.      Memerlukan koordinasi dalam penjadwalan produksi

17 Pengertian Strategi Menurut Para Ahli



17 Pengertian Strategi Menurut Para Ahli
Banyak sekali pengertian dan definisi yang telah dijelaskan oleh para ahli mengenai stretegi, metode maupun taktik. Yang akan dibahas dalam artikel ini khusus tentang pengertian strategi terlebih dahulu yang dikemukakan oleh beberapa ahli, diantaranya :
1. Wikipedia, Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. 
2. KBBI, Ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa (-bangsa) untuk melaksanakan  kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai;
3.  Carl Von Clausewitz, Stategi merupakan pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan sebuah peperangan. Dan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. 
4.  A.Halim, Strategi merupakan suatu cara dimana sebuah lembaga atau organisasi akan mencapai tujuannya sesuai peluang dan ancaman lingkungan eksternal  yang dihadapi serta kemampuan internal dan sumber daya.
5Morrisey, Mengatakan bahwa strategi ialah proses untuk menentukan arah yang harus dituju oleh perusahaan supaya dapat tercapai segala misinya.
6.  Pearce dan Robinson, Strategi menurut mereka adalah rencana main dari suatu perusahaan, yang mencerminkan kesadaran suatu perusahaan mengenai kapan, dimana dan bagaimana ia harus bersaing dalam menghadapi lawan dengan maksud dan tujuan tertentu.
7.   Rangkuti, Mengatakan bahwa strategi adalah alat untuk mencapai tujuan. 
8.  Craig dan Grant, Menurut mereka strategi yaitu penetapan tujuan dan sasaran dalam jangka panjang (Targeting and long-term goals).
9.   Johnson dan Scholes, yang dimaksud strategi ialah arah dan ruang lingkup dari sebuah organisasi atau lembaga dalam jangka panjang., yang mencapai keuntungan melalui konfigurasi dari sumber daya dalam lingkungan yang menantang, demi memenuhi kebuthan pasar dan suatu kepentingan.
10. Siagaan, Strategi merupakan serangkaian keputusan dan tindakan yang mendasar yang dibuat  oleh menejemen puncak dan diterapkan seluruh jajaran dalam suatu organisasi demi pencapaian tujuan organisasi tersebut.
11. Kaplan dan Norton, Strategi merupakan seperangkat hipotesis dalam model hubungan cause dan effect yakni suatu hubungan yang bisa diekspresikan dengan hubungan antara if dan then.
12. Syafrizal, menurutnya strategi ialah cara untuk mencapai sebuah tujuan berdasarkan analisa terhadap faktor eksternal dan internal.
13. Hamel dan Prahalad, Menurutnya strategi adalah tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan.
14. Skninner [1978] Strategi adalah filosofi yang memiliki keterkaitan dengan alat dalam mencapai tujuan
15. Hayes dan Wheel Wright [1978] Mendefinisikan strategi operasional sebagai seluruh aktivitas yang berada dalam ruang lingkup perusahaan termasuk pengalokasian seluruh sumber daya perusahaan yang dimiliki
16. Hill [1989] Strategi adalah sebuah cara yang memfokuskan pada suatu hal yang berkaitan dengan aktivitas manufakture dan pemasaran. Kesemuanya dilakukan untuk mengembangkan perspektif perusahaan melalui agregasi
17. Anderson et al [1984] Strategi Operasional adalah visi jangka panjang yang terdiri dari misi, tujuan atau sasaran, kebijakan serta distintive competence dari suatu perusahaan
Melihat berbagai definisi mengenai strategi operasional diatas, benang merahnya bisa terlihat bahwa strategi operasional merupakan sebuah komitmen terhadap seluruh aktivitas yang telah direncanakan ataupun yang berada pada lingkup perusahaan. Aktivitas yang akan dijalankan oleh manajemen dengan memaksimalkan sebaik mungkin semua sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Kita bisa menentukan indikator dari sebuah strategi operasional:
  • Komitmen terhadap aktivitas yang ada pada lingkup perusahaan
  • Keadaan perusahaan yang ada saat ini dan yang masih direncanakan
  • Proses tranformasi, aktivitas organisasi bisa menjadikan masukan sebagai nilai tambah
  • Distinctive competence, kemampuan spesifik perusahaan dalam memberikan nilai tambah
Strategi merupakan sekumpulan cara secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksaan gagasan, sebuah perencanaan dalam kurun waktu tertentu.